Pages - Menu

Model Pembelajaran Dan Model kuis

Model Pembelajaran Dan Model kuis

A.    Team Quiz
Langkah-langkah metode kuis berkelompok adalah:
1.         Pilihlah topik yang dapat disampaikan dalam tiga bagian.

2.         Bagilah siswa menjadi tiga kelompok yaitu A, B, dan C.
3.         Sampaikan kepada siswa format penyampaian pelajaran kemudian mulai penyampaian materi. Batasi penyampaian materi maksimal 10 menit.
4.         Setelah penyampaian, minta kelompok A menyiapkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan materi yang baru saja disampaikan. Kelompok B dan C menggunakan waktu ini untuk melihat lagi catatan mereka.
5.         Mintalah kepada kelompok A untuk memberi pertanyaan kepada kelompok B. Jika kelompok B tidak dapat menjawab pertanyaan, lempar pertanyaan tersebut kepada kelompok C.
6.         Kelompok A memberi pertanyaan kepada kelompok C, jika kelompok C tidak bisa menjawab, lemparkan kepada kelompok B.
7.         Jika tanya jawab selesai, lanjutkan pelajaran kedua dan tunjuk kelompok B untuk menjadi kelompok penanya. Lakukan seperti proses untuk kelompok A.
8.         Setelah kelompok B selesai dengan pertanyaannya, lanjutkan penyampaian materi pelajaran ketiga dan tunjuk kelompok C sebagai kelompok penanya.
9.         Akhiri pelajaran dengan menyimpulkan tanya jawab dan jelaskan sekiranya ada pemahaman siswa yang keliru.
B.     Modeling the Way
Langkah-langkah metode modeling adalah:
1.      Setelah pembelajaran satu topik tertentu, carilah topik-topik yang menuntut siswa untuk mencoba atau mempraktekkan ketrampilan yang baru diterangkan.
2.      Bagilah siswa ke dalam beberapa kelompok kecil sesuai dengan jumlah mereka. Kelompok-kelompok ini akan mendemonstrasikan suatu  ketrampilan tertentu sesuai dengan skenario yang dibuat.
3.      Berikan kepada siswa waktu 10-15 menit untuk menciptakan skenario kerja.
4.      Beri waktu 5-7 menit untuk berlatih.
5.      Secara bergiliran tiap kelompok diminta mendemonstrasikan kerja masing-masing. Setelah selesai, beri kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan masukan pada setiap demonstrasi yang dilakukan.
6.      Guru memberi penjelasan secukupnya untuk mengklarifikasi.
C.    Silent Demonstration
Langkah-langkah metode pembelajaran demonstrasi bisu adalah:
1.      Tentukan prosedur atau langkah-langkah yang akan diajarkan kepada siswa.
2.      Mintalah kepada siswa untuk memperhatikan Anda mengerjakan prosedur tertentu. Lakukan dengan penjelasan atau komentar yang seminim mungkin. Tugas Anda di sini adalah memberikan gambaran visual tentang prosedur tersebut. Jangan terlalu berharap siswa akan banyak mengingat apa yang Anda kerjakan. Dalam kesempatan ini Anda hanya dituntut untuk membangun kesiapan belajar mereka.
3.      Bentuk siswa menjadi pasangan-pasangan. Demonstrasikan lagi bagian pertama dari prosedur, usahakan tidak terlalu banyak memberi penjelasan. Minta masing-masing pasangan untuk mendiskusikan apa yang mereka saksikan dari demonstrasi sang guru.
4.      Minta beberapa orang untuk menjelaskan apa yang Anda lakukan. Jika siswa masih kesulitan, ulangi lagi demonstrasi Anda. Komentari observasi yang benar.
5.      Akhiri dengan memberi tantangan kepada siswa untuk melakukan prosedur dari awal sampai akhir.
D.    Practice-Rehearsal Pairs
Langkah-langkah metode pembelajaran praktek berpasangan adalah:
1.      Pilih satu ketrampilan yang akan dipelajari siswa.
2.      Bentuklah pasangan-pasangan. Dalam pasangan, buat dua peran yaitu penjelas atau pendemonstrasi dan pemerhati.
3.      Orang yang bertugas sebagai penjelas menjelaskan atau mendemonstrasikan cara mengerjakan ketrampilan yang telah ditentukan. Pemerhati bertugas mengamati dan menilai penjelasan atau demonstrasi yang dilakukan temannya.
4.      Pasangan bertukar peran. Demonstrator kedua diberi ketrampilan yang lain.
5.      Proses diteruskan sampai semua ketrampilan atau prosedur dapat dikuasai.


E.     Reflektif
Langkah-langkah metode pembelajaran ini adalah:
1.      Guru mempersiapkan konsep-konsep dasar yang akan dibelajarkan kepada siswa. Sebaiknya, kata kunci-kata kunci dituliskan dalam potongan-potongan kertas.
2.      Guru mempersiapkan hal-hal yang akan direfleksikan oleh siswa. Hal-hal yang direfleksikan harus mempunyai kesamaan (dalam arti analog) dengan konsep yang sedang dipelajari.
3.      Siswa diminta untuk menceritakan, mendeskripsikan, mengingat kembali, hal-hal yang pernah dialami. Sebaiknya hal tersebut dituliskan.
4.      Siswa melakukan analisis atas hasil refleksinya dengan cara menandai, menggaris bawahi simbol, istilah-isitilah, nama dsb. Setelah itu siswa melakukan sintesa terhadap unsur-unsur hasil analisisnya. Sebaiknya hasil analisis dan sintesa ditabulasikan.
5.      Siswa diminta mencocokkan hasil analisis dan sintesisnya dengan konsep dasar yang sedang dipelajari. Cara mencocokkannya adalah mencari kesesuaian pengertian hasil analisis dan sintesisnya dengan konsep yang dipelajari.
6.      Siswa diminta untuk merumuskan defenisi atas konsep yang telah ditemukan.
F.     Konstruktivisme
Metode-metode pembelajaran yang telah dijelaskan di atas semua mengarah kepada upaya siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Bagaimana hasil konstruksi atas pengetahuannya itu ? Untuk mengetahui hal ini maka guru dapat mengembangkan metode pembelajaran yang disebut dengan peta konsep.
Langkah-langkah metode pembelajaran peta konsep adalah:
1.      Pilihlah salah satu masalah, topiks, teks, atau wacana sebagai bahan evaluasi atau assesmen.
2.      Mintalah kepada siswa melakukan brain storming (sumbang saran) tentang masalah yang sudah dipilih untuk menemukan sebanyak mungkin konsep.
3.      Mintalah kepada siswa memilih konsep utama.
4.      Mintalah kembali kepada siswa untuk menuliskan konsep-konsep utama di atas kartu-kartu secara terpisah.
5.      Dengan kartu-kartu yang telah bertuliskan konsep utama, mintalah kepada siswa untuk mencoba beberapa kali membuat satu gambar yang saling berhubungan antar konsep-konsep. Peta konsep dapat berbentuk vertikal atau horisontal. Mungkin juga siswa meletakkan konsep yang paling besar di tengah gambar.
6.      Pastikan siswa membuat garis penghubung antar konsep-konsep utama
7.      Sebelum mengakhiri tugas, mintalah kepada siswa menulis satu kata atau label di atas setiap garis penghubung.
8.      Tampilkan satu peta konsep yang Anda buat sendiri sebagai bahan perbandingan dengan apa yang dikerjakan siswa
9.      Setelah siswa mengerjakan tugas, Anda mengumpulkannya dan siap untuk melakukan koreksi atau evaluasinya dengan kriteria yang sudah dibuat.
10.  Setelah dikoreksi, Anda mengembalikannya kepada siswa.
Pembelajaran berbasis konstruktivisme dapat dikembangkan jika siswa telah memiliki stock of knowledge. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hal tersebut  sehingga nantinya dapat dikembangkan sebuah pembelajaran bermakna (meaningfull learning) menurut Ausubel, maka guru dapat menggunakan metode-metode pembelajaran di bawah ini. Pada prinsipnya metode ini bersandar pada student active learning dan siswa mengkonstruksi pengetahuannya atas dasar trial and error.
G.    Bermain Jawaban
Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam mengembangkan metode pembelajaran bermain jawaban adalah:
1.      Buatlah sejumlah pertanyaan yang memerlukan jawaban ringkas, dan masing-masing ditulis pada selembar kertas.
2.      Tulislah sejumlah kemungkinan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan nomor 1 di atas. Jumlah jawaban harus lebih banyak dari jumlah pertanyaan.
3.      Kelompokkan jawaban-jawaban yang dibuat pada langkah kedua sesuai dengan kategori tertentu.
4.      Masukkan jawaban-jawaban tadi ke dalam kantong-kantong kertas. Setiap kantong ditulisi nama kategori sesuai dengan kategori jawaban.
5.      Tempelkan kantong-kantong kertas tadi pada selembar kertas karton atau pada selembar papan.
6.      Tempel atau gantungkan kertas karton tadi di depan kelas.
Selanjutnya langkah-langkah permainan adalah sebagai berikut:
1.      Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok. Besar kelompok disesuaikan dengan jumlah siswa. Usahakan jumlah siswa dalam tiap kelompok  tidak lebih dari 5 orang.
2.      Kepada setiap kelompok diberikan pertanyaan-pertanyaan. Jumlah pertanyaan untuk setiap kelompok adalah sama.
3.      Mintalah masing-masing kelompok untuk mendiskusikan jawaban dan mencari kira-kira di kantong yang mana jawaban tersebut berada.
4.      Mulai permainan dengan meminta salah satu kelompok untuk membacakan satu pertanyaan, kemudian salah satu anggota kelompok mengambil jawaban dari kantong yang ada di depan kelas. Setelah selesai menjawab satu pertanyaan, kesempatan diberikan kepada kelompok yang lain.
5.      Langkah no. 4 diulang untuk kelompok yang lain sampai pertanyaan habis, atau waktu tidak memungkinkan.
6.      Guru memberi klarifikasi jawaban atau menambahkan penjelasan yang bersumber pada materi yang ada dalam permainan tadi.
H.    Group Resume
Langkah-langkah pembelajaran ini sebagai berikut:
1.      Membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil
2.      Menjelaskan kepada siswa bahwa kelas  mereka  itu  dipenuhi oleh  individu-individu yang penuh bakat dan pengalaman
3.      Menyarankan kepada mahasiswa bahwa salah satu cara untuk dapat  mengidentifikasi dan menunjukkan kelebihan yang dimiliki kelas adalah dengan membuat resume kelompok
4.      Membagikan kepada setiap kelompok kertas plano dan spidol untuk menuliskan hasil resume. Resume  harus  mencakup  informasi  yang  dapat  menarik kelompok secara keseluruhan.

1 comment: